Banner 468 x 60px

 

Rabu, 14 Maret 2018

PENGERTIAN,MEDIA DAN MACAM MACAM MENGGAMBAR

0 komentar
A.       Pengertian Menggambar
Menggambar (Inggris : drawing) adalah kegiatan – kegiatan membentuk imajinasi dengan menggunakan banyak pilihan teknik dan alat, bisa pula membuat tanda – tanda tertentu di atas permukaan dengan mengolah goresan dari alat gambar. Pelakunya populer dengan sebutan penggambar atau juru gambar (inggris: draftsman) yang merupakan salah satu bagian pekerjaan dari perupa.
Menggambar sedikit dibedakan dengan kegiatan melukis. Melukis bisa disebut sebagai tahap penyelesaian sebuah gambar dengan pigmen yang diberi medium cair  dan diaplikasikan dengan kuas. Sementara menggambar lebih menitikberatkan penggunaan garis dan komposisi.
Menggambar mempunyai pengertian suatu usaha mengungkapkan  dan mengkomunikasikan pikiran, ide / gagasan, gejolak / perasaan maupun imajinasi dalam wujud dwimatra yang bernilai artistik dengan menggunakan garis dan warna. Dalam hal ini menggambar mengutamakan kegunaan sedangkan melukis mengutamakan ekspresi.
Seni menggambar merupakan karya seni rupa yang paling mudah dan cepat untuk dihasilkan dengan goresan – goresan yang berbekas pada suatu permukaan misalnya pensil untuk kertas atau benda – benda tajam untuk dinding gua pada masa lampau.

B.       Media Menggambar
Yang sering digunakan adalah pensil grafit, pena, krayon, pensil warna, kuas tinta, pensil konte, cat air, cat minyak, pastel, dan spidol. Bisa pula dengan peralatan digital seperti stylus, mouse, atau alat lain yang menghasilkan efek sama seperti peralatan manual. Media permukaan yang sering digunakan adalah kertas, meskipun tidak menutup kemungkinan pula digunakannya media lain seperti kain, permukaan kayu, dinding, dan lain-lain. Sebagai peralatan pendukung, digunakan pula penyerut pensil, kertas pasir, penghapus khusus, chamois, penggaris, larutan fixatif, dan selotip khusus menggambar untuk membuat efek-efek tertentu. Meja gambar digunakan untuk mengurangi distorsi dan kesalahan perspektif akibat ketidaknormalan posisi mata saat menggambar.
·         Pensil
 Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni. Penulisan dilakukan dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media. Namun grafit murni cenderung mudah patah, terlalu lembut, memberikan efek kotor saat media bergesekan dengan tangan, dan mengotori tangan saat dipegang. Karena itu kemudian diciptakan campuran grafit dengan tanah liat agar komposisinya lebih keras. Selanjutnya komposisi campuran ini dibalut dengan kertas atau kayu..
·         Pena
Pena adalah alat tulis yang menggunakan tinta. Ada berbagai warna tinta pen, yang paling umum adalah biru, hitam, dan merah. Ada berbagai macam pen, di antaranya pulpen, pena bulu, dan spidol. Pena berbeda dari pensil karena tintanya tidak dapat dihapus, meski bisa ditutupi menggunakan tip-ex.
·         Krayon
Krayon adalah peralatan gambar yang dibuat dari lilin berwarna, air, dan talk atau kapur. Krayon banyak digunakan oleh anak-anak untuk menggambar, dan seniman juga menggunakannya.
·         Cat air
Cat air atau populer juga dengan sebutan aquarel adalah medium lukisan yang menggunakan pigmen dengan pelarut air dengan sifat transparan. Meskipun medium permukaannya bisa bervariasi, biasanya yang digunakan adalah kertas. Selain itu bisa pula papyrus, plastik, kulit, kain, kayu, atau kanvas. Secara umum, cat air digunakan karena sifat transparansinya. Gouache adalah medium sejenis yang tidak transparan. Hasil karya lukisan cat air biasanya bersifat sangat ekspresif, atau sebaliknya sangat impresif, tergantung teknik yang digunakan.
·         Cat minyak
Cat Minyak adalah cat yang terdiri atas partikel-partikel pigmen yang disuspensi dengan media minyak.
·         Pastel
Pastel , atau yang dikenal dgn oil pastel, adalah serbuk yang direkatkan dengan arabic gum dan dibentuk menjadi batangan-batangan yang rapuh. Jika digosokkan ke kertas yang cukup kasar, ikatan tersebut akan lepas dan serbuk warna akan menempel ke kertas.        
Anda sebaiknya mengetahui ciri / karakteristik media (alat dan bahan) untuk menggambar dan melukis serta mencoba membuat gambar maupun lukisan dengan bahan dan alat sebagai berikut :
1.      Kertas
Bermacam-macam kertas dapat dipilih untuk menggambar seperti kertas licin, kertas kasar, kertas serap, kertas tebal, kertas tipis, dan sebagainya. Tidak setiap kertas cocok dengan setiap alat. Kadang-kadang dipilih kertas yang licin agar pena dapat meluncur dengan mudah, sedangkan pada kesempatan yang lain menghendaki sedikit hambatan, maka dipilih kertas yang kasar.
Ada tiga jenis kertas dasar antara lain:
a.       Kertas buram seperti kertas stensil atau kertas Koran untuk surat kabar, ukuran kuarto atau selebar Koran.
b.      Kertas putih dan tipis (HVS)
c.       Kertas gambar yang baik dengan tebal yang bermacam-macam, dalam lembaran, gulungan, atau bentuk buku
2.      Alas Gambar
Alas gambar dapat menggunakan tripleks, papan kayu, atau karton yang tebal.
3.      Bahan dan Alat Gambar
§  Pensil ada yang keras, sedang, dan ada yang lembut tidak banyak memberi kedalaman.
§  Konte merupakan alat yang lunak, cocok untuk menggambar terang dan gelap. Garisnya hitam seperti beledu, kesannya kusam dan kasar dari pada garis potlot meskipun dibuat tebal, tidak ada kilauan logam seperti pensil.
§  Pastel adalah sejenis kapur yang mempunyai daya perekat kuat disbanding kapur. Sifat pastel dapat menutup warna lain dan dapat pula untuk percampuran warna tertentu, penggunaanya seperti kapur.
§  Krayon bentuk dan warnanya menyerupai pastel, namun banyak mengandung lilin atau lemak. Sifat krayon mempunyai daya rekat tinggi, oleh sebab itu, sulit dihapus dan sulit dicampur dengan warna-warna lain.
§  Pena sebagai alat menggambar ada bermacam-macam bentuk ujungnya, dan tinta sebagai bahan/ media ungkapnya ada yang cair dan ada yang kental.
§  Bolpoin, spidol, pulpen, mempunyai bermacam-macam warna.

C.       Macam – macam Menggambar
1.    Menggambar Ekspresi
Menggambar ekspresi adalah usaha mengungkapkan dan mengkomunikasikan pikiran, ide/gagasan, gejolak perasaan/ emosi serta imajinasi dalam wujud dwimatra yang bernilai artistic dengan menggunakan garis dan warna. Unsure yang menonjol adalah garis. Seluruh kontur maupun isian warna berupa garis. Ungkapan tersebuit sangat pribadi, sehingga gambar yang dihasilkan menunjukkan kreativitas maupun ketrampilan sesuai dengan diri penggambar.
2.    Menggambar Bentuk
Menggambar bentuk merupakan usaha mengungkapkan dan mengkomunikasikan pikiran, ide/gagasan, gejolak perasaan/ emosi serta imajinasi dalam wujud dwimatra yang bernilai artistic dengan menggunakan garis dan warna. Hasil gambarannya menunjukkan kreativitas maupun ketrampilan penggambar dalam menampilkan ketepatanbentuk maupun jenis benda yang digambar.
3.    Menggambar ilustrasi
Ilustrasi berasal dari kata bahasa Belanda yaitu ilustratie, yang artinya hiasan dengan gambar/ pembuatan sesuatu yang jelas. Ilustrasi dapat dilihat pada karya cetak maupun dalam buku-buku, yang fungsinya menambah kejelasan pada buku bacaan atau menhiasi buku. Bermacam-macam gambar, seperti karikatur, gambar manusia, binatang, diagram, foto dan bagan yang terdapat dalam buku pelajaran biologi, sejarah, bahasa maupun dalam majalah atau buku ceritera termasuk ilustrasi.

Gambar ilustrasi dapat dikatakan sebagai alat bantu untuk memberikan kejelasan suatu isi naskah.  Berbagai ilustrasi antara lain:
a.    Ilustrasi pada buku pelajaran
·         Hubungan listrik secara seri yakni kutub positif dihubungkan dengan kutub negative.
·         Hubungan listrik secara paralel yakni kutub positif dihubungkan dengan kutub positif.
b.      Karikatur
Karikatur bermula dari kata “caricature” (italia) berate melebih-lebihkan atau menambah daya. Maksudnya karikatur adalah melebih-lebihkan atau mendistorsi karakter seseorang dengan lucu dan aneh. Karikatur masuk dalam kartun. Karikatur hanya berhasrat menapilkan suatu objek manusia, dengan cara melebih-lebihkan cirikhasnya. Karikatur tidak ingin bercerita seperti kartun.
c.       Gambar Kartun
Kata “cartoon” semula digunakan untuk menyebutkan “desain” atau “sketsa” yakni, corat-corat awal yang  banyak dibuat oleh para pelukis. Pada tahun 1841, di London dibangun istana Westminster ( tempat majelis parlemen). Saat itu Pangeran Albert mengadakan sayembara membuat desain kartun untuk merancang fresco di tembok gedung tersebut. Ternyata banyak desai kartun yang terkumpul bentuknya lucu dan aneh. Karenanya sangat geli, John Leech memuatnya dimajalah “PUNCH” dengan nada sindiri yang berjudul “Cartoons”.

0 komentar:

Posting Komentar