Banner 468 x 60px

 

Rabu, 14 Maret 2018

TARI MODERN

0 komentar
Pengertian Tari Modern ( Jenis ,Sejarah Dan Tokoh ) - Pengertian Tari Modern Modern dance, atau dalam Bahasa Indonesia berarti tari modern, adalah suatu bentuk tarian yang terbentuk dan berkembang sejak dari awal abad 20 (Horosko,2002.P.1). Di beberapa tempat yang belum begitu mengenal tari modern seperti di Indonesia, ballroom dance serta concert dance juga masih dianggap sebagai bagian dari tari modern ini. Namun apabila dilihat dari latar belakang sejarah, tari modern ini sebenarnya dipelopori oleh penari-penari dari Amerika Serikat, serta penari-penari di beberapa negara di Eropa Barat yang “memberontak” terhadap ballet dance serta classical dance yang sedang booming saat itu.


Tari modern atau tari masa kini adalah bentuk tarian yang merupakan ciptaan kaum muda dan sifatnya hanya mencari popularitas dengan menciptakan rangkaian gerak yang sedang ngetrend (istilah kaum muda) dan umumnya bentuk tarian seperti ini tidak lama digemari oleh masyarakat (musiman).
Bentuk tarian modern yang belum lama hilang dari pandangan kita yaitu jenis tari dengan tehnik lejitan (break dance).

Ciri-ciri tari modern:
1.    Penggarapan yang kreatif
2.    Tuntutan keasyikan
3.    Kepuasan batin
4.    Kekokohan solidaritas
5.    Popularitas yang tidak menentu
6.    Berbobot kreatif.

Tehnik tari modern:
1.    Tehnik hula hoop
2.    Tehnik dangdut
3.    Tehnik lejitan (break dance).

Gerakan berirama dalam tari adalah suatu keadaan gerak yang dilakukan secara teratur menurut irama, baik irama gerak maupun irama musik. Semua gerakan yang dilakukan oleh tubuh kita dapat diolah melalui peralihan tenaga yang berbeda-beda. Misalnya gerakan tajam atau kuat (keras), gerakan ringan atau lemah (halus), dan gerakan sedang. Demikian pula kaitannya dengan irama yaitu ukuran waktu atau tempo untuk melakukan gerak. Tempo gerak ini erat hubungannya dengan jarak (ruang) dan aksen (tenaga). Yang termasuk tempo gerak antara lain: cepat, lambat, rendah, panjang dan pendek.
Tari modern adalah salah satu genre yang paling sulit untuk mendefinisikan dengan teknik.Modern tidak selalu cepat atau lambat atau dilakukan untuk musik tertentu, atau musik apapun.Itu tidak selalu menyorot keterampilan fisik tertentu atau bercerita.Hal ini belum tentu apa-apa.Dan itu dapat mencakup semuanya.Ini bagus dan besar dari sudut pandang banyak koreografer dan penari karena dalam teori itu memberi mereka kemungkinan tak terbatas untuk bermain dengan.

Pengertian Tari Modern ( Jenis ,Sejarah Dan Tokoh )


Pengertian Tari Modern ( Jenis ,Sejarah Dan Tokoh )

a. Asal 
  Pada awal 1900-an penari Amerika Isadora Duncan dan Ruth St Denis dan penari Jerman Maria Wigman mulai memberontak terhadap batasan-batasan yang kaku Ballet Klasik. Shedding kontrol otoriter sekitarnya teknik balet klasik, kostum, dan sepatu, awal ini perintis tari modern berfokus pada diri-ekspresi kreatif, bukan pada keahlian teknis. Tari modern yang lebih santai, gaya bebas di mana koreografer tarian menggunakan emosi dan suasana hati untuk merancang langkah-langkah mereka sendiri, berlawanan dengan kode terstruktur balet yang langkah. Memiliki penggunaan yang disengaja gravitasi, sedangkan balet berusaha untuk menjadi terang dan lapang.
Eropa
Di Eropa, Maria Wigman, Francois Delsarte, Émile Jaques-Dalcroze, dan Rudolf von Laban mengembangkan teori pergerakan manusia dan ekspresi, dan metode pengajaran yang mengarah pada perkembangan Eropa ekspresionis modern dan tarian. Teori-teori dan teknik mereka menyebar baik di luar Eropa untuk mempengaruhi perkembangan tari modern dan teater melalui siswa dan murid-murid mereka, dan generasi berikutnya guru dan penyanyi membawa teori-teori dan metode ke Rusia, Amerika Serikat dan Kanada, Inggris, Australia dan New Selandia.

  b.  Sejarah

* 1891 - Loie Fuller (rok penari yang bersifat olok-olok) mulai bereksperimen dengan efek pencahayaan gas telah di sutra kostum. Fuller mengembangkan sebuah bentuk gerakan alam dan improvisasi teknik yang digunakan dalam hubungannya dengan pencahayaan revolusioner peralatan dan kostum transparan sutra.Dia dipatenkan dengan aparat dan metode pencahayaan panggung yang mencakup penggunaan gel berwarna dan pembakaran bahan kimia untuk pendaran, dan juga dipatenkan nya sutra tebal kostum panggung.

* 1903 - Isadora Duncan mengembangkan teknik tari dipengaruhi oleh filsafat dari Friedrich Nietzsche [rujukan?] Dan keyakinan bahwa tarian Yunani kuno [rujukan?] (Alam dan bebas) adalah tarian masa depan. Duncan mengembangkan filsafat tari didasarkan pada konsep alam dan spiritual dan menganjurkan untuk penerimaan tari murni sebagai seni tinggi.

* 1905 - Ruth St Denis, dipengaruhi oleh aktor Sarah Bernhardt dan Jepang Sadha penari Yacco, mengembangkan terjemahan nya kebudayaan dan mitologi India. Pertunjukan nya dengan cepat menjadi populer dan ia mengunjungi sementara secara ekstensif meneliti budaya dan seni Oriental.

Fuller, Duncan dan St Denis mencari semua melakukan tur Eropa yang lebih luas dan lebih menerima penonton untuk pekerjaan mereka.Ruth St Denis kembali ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pekerjaannya. Isadora Duncan kembali ke Amerika Serikat pada berbagai titik dalam hidupnya, tetapi pekerjaannya tidak terlalu baik diterima di sana. Dia kembali ke Eropa dan meninggal di Paris pada tahun 1927.Fuller kerja juga mendapat dukungan kecil di luar Eropa.
Awal tari modern
Pada tahun 1915, Ruth St Denis Dorthy mendirikan sekolah dan menari Denishawn perusahaan dengan suaminya Ted Shawn.Sementara St Denis bertanggung jawab atas sebagian besar karya kreatif, Shawn bertanggung jawab untuk mengajar teknik dan komposisi. Martha Graham, Doris Humphrey, dan Charles Weidman semua murid di sekolah dan anggota perusahaan dansa.

* 1923 Graham daun Denishawn untuk bekerja sebagai artis solo di Greenwich Village Follies.
* 1928 Humphrey dan Weidman meninggalkan Denishawn untuk mendirikan sekolah mereka sendiri dan perusahaan (Humphrey-Weidman).
* 1933 Shawn nya semua laki-laki mendirikan kelompok tari Ted Shawn and His Men Penari berbasis di Jacob's Pillow peternakan di Lee, Massachusetts.

Setelah shedding teknik dan metode komposisi guru-guru mereka penari modern awal mengembangkan metode mereka sendiri dan ideologi dan teknik tari yang menjadi dasar bagi praktik tari modern.

* Martha Graham (dan Louis Horst)

* Doris Humphrey dan Charles Weidman dan Martha Graham

* Helen Tamiris - awalnya dilatih dalam pergerakan bebas (Irene Lewisohn) dan balet (Michel Fokine) Tamiris belajar sebentar dengan Isadora Duncan tetapi tidak menyukai penekanan pada ekspresi pribadi dan gerakan liris. Tamiris percaya bahwa setiap tari harus membuat ekspresif sendiri dan dengan demikian berarti tidak mengembangkan gaya individu atau teknik. Sebagai koreografer Tamiris membuat karya berdasarkan tema-tema Amerika bekerja di kedua konser musik tari dan teater.

* Lester Horton - memilih untuk bekerja di California (tiga ribu mil jauhnya dari pusat tari modern - New York), Horton mengembangkan pendekatan sendiri yang menggabungkan unsur-unsur beragam termasuk penduduk asli Amerika Jazz tarian dan modern.Horton's dance technique (Lester Horton Technique) menekankan pendekatan seluruh tubuh termasuk; fleksibilitas, kekuatan, koordinasi, dan kesadaran tubuh untuk mengizinkan kebebasan berekspresi.

* Ted Shawn (Eropa ekspresionis modern dan tari)
* Émile Jaques-Dalcroze (Eurhythmics)
* Rudolf Laban
* Kurt Jooss
* Mary Wigman
* Harald Kreutzberg

Amerika popularisasi Modern Dance
Pada tahun 1927 surat kabar secara teratur mulai menugaskan para kritikus tari, seperti Walter Terry, dan Edwin Denby, yang mendekati penampilan dari sudut pandang sebuah gerakan spesialis bukan sebagai reviewer musik atau drama. Pendidik diterima tari modern ke dalam kurikulum perguruan tinggi dan universitas, pertama sebagai bagian dari pendidikan jasmani, maka sebagai seni pertunjukan.Banyak perguruan tinggi guru yang dilatih di Bennington Summer School of the Dance, yang didirikan di Bennington College di tahun 1934.

Dari program Bennington, Agnes de Mille menulis, "... ada percampuran yang baik dari semua jenis seniman, musisi, dan perancang, dan kedua, karena semua mereka yang bertanggung jawab untuk pemesanan rangkaian konser perguruan tinggi di seluruh benua itu berkumpul di sana. ... bebas dari striktur membatasi dari tiga besar pengurus monopoli, yang mendesak untuk preferensi klien mereka di Eropa. Sebagai akibatnya, untuk pertama kalinya Amerika penari disewa untuk wisata nasional Amerika, dan ini menandai awal solvabilitas mereka." (de Mille, 1991, hal 205)

3. JENIS-JENIS TARI MODERN
     Sejalan dengan perkembangannya, tari modern dapat dikategorikan menjadi beberapa macam, antara lain adalah hip-hop dance, concert dance, break dance, R&B dance, freestyle
dance, dan yang terakhir baalroom dance

Berbagai Macam Modern Dance (Pic)
Spoiler for Robot Dance:
The ROBOT DANCE adalah sebuah ilusi gaya tari – sering bingung dengan bermunculan – yang mencoba untuk meniru sebuah menari robot atau manekin. Itu berasal oleh Charles Washington, juga dikenal sebagai “Charles Robot” pada akhir tahun 1960-an , dan memperoleh ketenaran lebih lanjut setelah The Jacksons melakukan tarian ketika mereka tampil Dancing Machine
Spoiler for Blood-Elf Dance:
Ini adalah tarian flexible atau tarian lentur.Ini merupakan Tarian Baru era jaman sekarang.Banyak Anak muda mengikuti tarian ini.
Spoiler for Breakdance:
B-boying atau yg sering disebut sebagai breakdancing, adalah gaya tarian yang berevolusi sebagai bagian dari budaya hip-hop di antara Hitam dan Amerika Latin pemuda di Bronx Selatan, New York City selama tahun 1970-an. menari-nari untuk kedua hip-hop dan genre musik lain yang sering remixed untuk memperpanjang istirahat musik. Satu yang praktek gaya tarian ini disebut b-anak laki-laki, b-gadis, atau breaker. Meskipun “breakdance” adalah istilah umum, “b-boying” dan “melanggar” lebih disukai oleh sebagian besar bentuk seni yang paling menonjol pionir dan praktisi.Spoiler for Moonwalk Dance:
The Moonwalk atau backslide adalah sebuah teknik tarian yang menghadirkan ilusi penari ditarik ke belakang ketika mencoba untuk berjalan maju.Sebuah breakdancing bergerak, itu menjadi populer di seluruh dunia setelah dieksekusi Michael Jackson tarian bergerak selama kinerja “Billie jean “on Motown 25: Kemarin, Hari ini, Forever pada tanggal 25 Maret 1983. Ini kemudian menjadi tanda tangannya bergerak, dan sekarang salah satu yang terbaik teknik tari terkenal di dunia.
Spoiler for (Running Man) Shuffle Dance:

The Running Man(Shuffle Dance) adalah tarian yang berasal dari tahun 1980-an dan akan dilakukan terutama oleh MC Hammer selama konser live show dan video musik, tapi baru mencapai popularitas di tahun 2000-an. Tarian ini diciptakan oleh Paula Abdul sementara ia adalah seorang koreografer bagi Janet Jackson pada akhir ’80-an. The Running Man ini pertama kali dilakukan pada tahun 1987 dan 1988 sebagai bagian dari Control Janet Jackson-tur konser. [Rujukan?]Ia juga digunakan dalam beberapa bentuk tarian Melbourne Shuffle gaya. Terdiri dari langkah hopping atau geser dilakukan sedemikian rupa pada kecepatan untuk mensimulasikan seorang pelari.
Jenis-jenis modern dance
Sejalan dengan perkembangannya, tari modern di Indonesia ini dapat dikategorikan menjadi beberapa macam, antara lain adalah hip-hop dance, concert dance, break dance, R&B dance, freestyle
dance, dan yang terakhir ballroom dance.
Modern dance, atau dalam Bahasa Indonesia berarti tari modern, adalah
suatu bentuk tarian yang terbentuk dan berkembang sejak dari awal abad 20.Di beberapa tempat yang belum begitu mengenal tari modern seperti di Indonesia, ballroom dance serta concert dance juga masih dianggap sebagai bagian dari tari modern ini. Namun apabila dilihat dari latar belakang sejarah, tari modern ini sebenarnya dipelopori oleh penari-penari dari Amerika Serikat, serta penari-penari di beberapa negara di Eropa Barat yang “memberontak” terhadap ballet dance serta classical dance yang sedang booming saat itu. Beberapa penari yang paling terkenal dengan aksinya saat itu adalah Loie Fuller, Isadora Duncan and Ruth St. Denis.Aksi mereka dilandasi dengan faktor kelemahan dari ballet dan classical dance sendiri, yaitu diperlukannya perlengkapan khusus selain musik, seperti kostum, sepatu tari, serta bahkan tata rias yang tebal.Beberapa dari perlengkapan tersebut tidak mampu dimiliki oleh orang-orang biasa dengan latar ekonomi yang rendah, yang juga punya ketertarikan besar untuk menari. Oleh sebab itu ketiga penari tersebut kemudian menciptakan suatu free dance yang kemudian dikenal dengan cikal bakal dari tari modern. Ballroom dance Semakin berkembangnya zaman, selera tari orang pun berubah, tarian-tarian pun juga dikembang kan menjadi lebih beragam. modern dance sekarang terbagi menjadi bermacam-macam.

1. Robot Dance/robottic:
The ROBOT DANCE adalah sebuah ilusi gaya tari ± sering bingung dengan bermunculan ± yangmencoba untuk meniru sebuah menari robot atau manekin. Itu berasal oleh Charles Washington,juga dikenal sebagai ³Charles Robot´ pada akhir tahun 1960-an , dan memperoleh ketenaranlebih lanjut setelah The Jacksons melakukan tarian ketika mereka tampil Dancing Machine.

2. Blood-Elf Dance:Ini adalah tarian flexible atau tarian lentur.Ini merupakan Tarian Baru era jamansekarang.Banyak Anak muda mengikuti tarian ini.

3. Breakdance:
B-boying atau yg sering disebut sebagai breakdancing, adalah gaya tarian yang berevolusisebagai bagian dari budaya hip-hop di antara Hitam dan Amerika Latin pemuda di BronxSelatan, New York City selama tahun 1970-an. menari-nari untuk kedua hip-hop dan genremusik lain yang sering remixed untuk memperpanjang istirahat musik. Satu yang praktek gayatarian ini disebut b-anak laki-laki, b-gadis, atau breaker.Meskipun ³breakdance´ adalahistilah³b-boying´ dan ³melanggar´ lebih disukai oleh sebagian besar bentuk seni yang palingmenonjol pionir dan praktisi.
Toprocks menampilkan gerakan yang membtuhkan fleksibilitas, gaya , dan yang paling penting irama. Tarian ini biasa digunakan pada awal pertunjukkan sebagai pemanasan beberapa gaya akrobatik lain. Dowrock biasanya ditampilan dengan posisi tangan dan kaki pada lantai.
Pada downrock, seorang breaker menampilkan perputaran tubuh dengan kecepatan kaki dan kontrol dengan cara mengkombinasi gerakan kaki. Kombinasi ini akan menampilkan gaya yang disebut power moves;;The windmill adalah gerakan populer daripower move.
Power Move adalah gerakan yang membutuhkan momentum dan kekuatan fisik untuk menjalankannnya. pada power move, breaker lebih bergantung pada kekuatan tubuh bagian atas untuk menari, menggunakan tangan untuk bergerak. Power Move terdiri dari Windmill, Swipe, danFlare. Beberapa gerakan meminjam dari bela diri seperti buttertfly kick.

4. Moonwalk Dance:
The Moonwalk atau backslide adalah sebuah teknik tarian yang menghadirkan ilusi penari ditarik ke belakang ketika mencoba untuk berjalan maju.Sebuah breakdancing bergerak, itu menjadipopuler di seluruh dunia setelah dieksekusi Michael Jackson tarian bergerak selama kinerja ³Billie jean ³on Motown 25: Kemarin, Hari ini, Forever pada tanggal 25 Maret 1983. Inikemudian menjadi tanda tangannya bergerak, dan sekarang salah satu yang terbaik teknik tariterkenal di dunia.

5. Sexy dance
Sexy Dance ialah tarian dimana para dancer menari dengan menonjolkan sisi ke-sexy an nya.

6.Hip-Hop adalah sebuah gerakan kebudayaan yang mulai tumbuh sekitar tahun 1970’an yang dikembangkan oleh masyarakat Afro-Amerika dan Latin-Amerika. Hip Hop merupakan perpaduan yang sangat dinamis antara elemen-elemen yang terdiri dari MCing (lebih dikenal rapping), DJing, Breakdance, dan Graffiti. Belakangan ini elemen Hip Hop juga diwarnai oleh beatboxing, fashion, bahasa slang, dan gaya hidup lainnya.
Awalnya pertumbuhan Hip Hop dimulai dari The Bronx di kota New York dan terus berkembang dengan pesat hingga keseluruh dunia. Hip hop pertama kali diperkenalkan oleh seorang Afro-Amerika, Grandmaster Flash dan The Furious Five. Awalnya musik Hip Hop hanya diisi dengan musik dari Disk Jockey dengan membuat fariasi dari putaran disk hingga menghasilkan bunyi-bunyi yang unik. "Rapping" kemudian hadir untuk mengisi vokal dari bunyi-bunyi tersebut. Sedangkan untuk koreografinya, musik tersebut kemudian diisi dengan tarian patah-patah yang dikenal dengan breakdance. Pada perkembangannya Hip Hop juga dianggap sebagai bagian dari seni dan untuk mengekspresikan seni visual muncullah Graffiti sebagai bagaian dari budaya Hip Hop.
Modern Dance:
Tutting adalah jenis tari dimana tubuh modern dan gerakan lengan didasarkan pada sudut matematika dan / atau geometris dan bentuk. Ini gaya tari jalanan juga dikatakan interpretatif di alam dan beberapa gerakan, terutama yang dari lengan, diambil dari hieroglif, tulisan dinding atau kuno Mesir. Gerakan yang terlibat dalam tutting dilakukan untuk meniru berbagai sudut dan bentuk dan ini dilakukan bersama dengan irama musik tertentu atau irama, membuat seluruh tarian rutin agak robot. Pada titik pandang pemirsa, maka akan tampak seperti orang yang melakukan langkah tutting adalah menampilkan berbagai bentuk dan sudut. Beberapa bergerak dari berdecak disebut “King Tut”, yang mungkin berevolusi dari referensi tarian untuk Mesir seni dan Firaun Mesir Tutankhamun

1.  Jenis Tari Modern
• Tari Nasional, adalah puncak-puncak seni tari daerah lain atau kreasi baru yang bernapaskan nasional.
• Tari Internasional, misalnya : balet, tari modern, atau tari bangsa-bangsa lain. Tari bangsa-bangsa lain, seperti: tari Spanyol, tari India, tari Jepang, atau tari kreasi yang bernapaskan internasional.
• Tari Kontemporer, adalah sebuah tarian yang masih bersifat sesaat atau sedang proses dikenalkan pada masyarakat. Maka bentuk kontemporer belum tentu kalau masyarakat pendukungnya mau menerima.
• Tari Modern, adalah suatu jenis tari dunia yang lahir di Amerika, kemudian berkembang ke negara-negara lain.

Tari modern selalu berpijak pada kenyataan duniawi, bertumpu pada kebebasan kreativitas individu, tanpa sepatu guna mendekati kewajaran keindahan kaki, dan pendeknya ke bumi tempat berpijak. Hal ini berbeda dengan balet yang dalam perkembangannya semakin menjauhi tema kenyataan duniawi yang memang sesuai dengan ideal dan teknik tariannya.
 Balet
Seni tari modern bersifat abstrak universal. Masing-masing seniman tari modern mengembangkan teknik, idealisme, dan kreativitasnya sendiri-sendiri. Kata ‘modern’ di sini bukan predikat melainkan suatu kategori aliran tari.

2.  Ragam Gerak Tari Modern
Ragam gerak tari mancanegara disesuaikan dengan para pendukungnya, sehingga ragam gerak yang muncul menjadi pembeda sosial budaya masyarakat negara tersebut.
1. Ciri khas gerak tari Modern
            Ragam gerak tari yang didukung oleh para pekerja atau buruh biasanya berirama cepat, dinamis, dan romantis karena dilakukan di tempat terbuka.Ragam gerak yang muncul adalah gerak saling merespons dan mengisi ruangan sehingga para penarinya berpasang-pasangan membentuk formasi melingkar, menyudut, dan berbanjar.
Ragam gerak yang muncul di kalangan para bangsawan berirama lembut mengalun sehingga muncullah gerak dengan garis lengkung dengan tumpuan jari yang kuat (balet).Kaum bangsawan pun mengembangkan gerak tari ballroom dance yang tetap bergaya lembut, romantis, dan saling memeluk berdekatan.
2. Ciri khas iringan, tata rias, dan tata busana tari Modern
            Bentuk musik pengiring tari mancanegara, biasanya berupa alat-alat tradisional khas negara tempat tarian itu lahir atau pun alat musik modern untuk jenis-jenis tarian yang lebih baru. Tata rias dan busananya pun disesuaikan dengan ciri khas negaranya masing-masing.

3   Peran Tari Modern

• Tari sebagai media pergaulan, artinya adalah bahwa kegiatan ini sebagai interaksi antarpencipta seni.
• Tari sebagai hiburan, pada dasarnya tari ini tidak bertujuan untuk ditonton, tetapi tarian ini untuk kepuasan penarinya. Keindahan tidak dipentingkan, melainkan lebih mementingkan untuk kepuasan individual, sehingga tampak bersifat spontanitas.
• Tari sebagai pertunjukkan (theatrical dance), tari jenis ini adalah tari yang disusun sengaja untuk dipertontonkan, maka dalam penyajiannya mengutamakan segi artistiknya, penggarapan koreografi yang baik serta tema dan tujuan jelas.
Tari sebagai pertunjukkan bila ditinjau dari penggarapannya dan kadar tontonannya ada dua macam, yaitu :
• concert dance,
• show dance, show dance biasanya dipentaskan dengan tujuan hanya sekedar untuk memeriahkan resepsi atau acara tertentu.

B. TOKOH – TOKOH PENARI DAN KOREOGRAFER TARI MODERN (DALAM    NEGERI DAN LUAR NEGERI)

1.  TOKOH – TOKOH PENARI DAN KOREOGRAFER TARI MODERN (LUAR NEGERI)

Martha Graham
Martha Graham (lahir di Allegheny, Pennsylvania, 11 Mei1894 – meninggal di New York City, Amerika Serikat, 1 April1991 pada umur 96 tahun) adalah seorang penari dan koreografer untuk modern dance, yang pengaruhnya akan tari dapat dibandingkan dengan pengaruh Igor Stravinsky terhadap musik, Pablo Picasso akan seni rupa, atau Frank Lloyd Wright mengenai arsitektur.[1]
Martha Graham menciptakan gaya gerakan baru, dan digunakan untuk mengungkapkan hasrat, kemarahan dan kegembiraan selayaknya dialami manusia. Ia telah menari dan merancang tarian lebih dari tujuh puluh tahun, dan selama waktu itu ; ia merupakan penari pertama yang pernah melakukan pertunjukan di Gedung Putih, keliling dunia sebagai duta besar seni, dan menerima penghargaan tertinggi di Amerika Serikat yakni Presidential Medal of Freedom.
Sepanjang hidupnya, ia telah menerima berbagai penghargaan dari Kunci Kota (bahasa Inggris: Freedom of the City) untuk kota Paris hingga Order of Precious Crown dari kekaisaran Jepang.
Ø  Garry Stewart
Garry Stewart adalah direktur artistik Australian Dance Theatre.Ia menduduki posisi tersebut sejak tahun 1999 menggantikan Meryl Tankard direktur sebelumnya yang menjabat sejak 1993 ketika masih bernama Meryl Tankard Australian Dance Theatre. Stewart mulai berlatih menari tahun 1983 di Sydney City Ballet Academy sebelum melanjutkan belajar di Australian Ballet School antara 1984 dan 1985.

Stewart tertarik membuat koreografi sejak awal karir tarinya. Tahun 1985 ia mengkoreografikan Untitled untuk produksi Australian Ballet School dan tahun 1986 Zen Do Some Nothing untuk lokakarya koreografi Australian Dance Theatre. Sejak ditunjuk sebagai direktur artistik Australian Dance Theatre Stewart tak henti menciptakan karya-karya baru terutama karya-karya yang mengeksplorasi peran media-baru dalam pertunjukan tari. Atas usaha tersebut ia telah menerima penghargaan dari Australian Dance Awards untuk koreografinya yang sangat berhasil The Age of Unbeauty (2002) dan Honour Bound (2008).

Ø  Pina Bausch
Dengan nya koreografi Pina Bausch, lahir di Solingen pada tahun 1940, meninggal di Wuppertal pada tanggal 30 Juni 2009, telah memimpin tari dari bentuk-bentuk lama dan telah menciptakan sebuah istilah baru teater tari sebagai kepala Wuppertal Dance Theatre. Dari 1955-1958 ia menyelesaikan studi menari di Folkwangschule di Essen bawah direciton dari Kurt Jooss. 1959-1962 tari studi di Amerika Serikat, termasuk bekerja dengan Paul Taylor dan Antony Tudor. Atas permintaan dari Kurt Jooss ia kembali ke Jerman pada tahun 1962 dan menjadi seorang penari di Folkwang-Ballett bahwa ia baru saja didirikan. Koreografi pertamanya untuk Folkwang-Ballett diikuti pada tahun 1968: "Fragmen". Dari 1969-1973 dia adalah direktur artistik, koreografer dan penari di Folkwang Dance Studio (1971 "Aktionen für Tanzer", 1972 "Thannhäuser", "Bacchanal"). 1.980 pertama kerjasama dengan desainer set Peter Pabst. Dari tahun 1983 direktur artistik dari Studio Tari Folkwang. Dari 1983-1989 Pina Bausch diarahkan departemen tari di Universitas Folkwang di Essen. Pada tahun 1973 Pina Bausch diangkat arah Ballett der Wuppertaler Buhnen [Ballet Tahapan Wuppertal], sejak berganti nama Tanztheater Wuppertal [Wuppertal Dance Theatre], posisi dia menjabat sampai kematiannya. Dominique Mercy dan Robert Sturm, baik rekan-rekan yang sangat dekat Pina Bausch, mengambil alih arah artistik dari ansambel dari sekarang.

Ø  Urs Dietrich
Lahir1958 diVisp/Swiss,UrsDietrichmemperolehgelar di bidangTekstildan DesainKostum. Dari tahun 1981 sampai 1985,ia belajar tari di Hochschule Folkwangdi Essen. Pada tahun 1986, ia melanjutkan studinya di NewYork. Sejak tahun 1988, ia telah bekerja sebagai penari dan koreografer freelance. Dia menciptakan ensemble banyak dan potongan tari solo disajikan sebagai tamu produksi di Eropa, Asia, India, sertadi North-dan Amerika Selatan. Perdana dunia solo di akui karya-karyanya "Da warplötzlich...-Herzkammern" (1995) dan "An der Grenzedes Tages" dipresentasikan pada Hebbel Theater Berlin. Bersama dengan Susanne Linke, ia diarahkan, dari 1994 sampai 1996, perusahaan dari Tanztheater Bremer. Kemudian ia bekerja di sana terutama sebagai koreografer tamu, dan sejak tahun 2000 menangani direktur dari Tanztheater Bremer saja. Dietrich telah memenangkan banyak penghargaan, antara lain Kurt-Jooss-Preis dari Kota Essen (1985) dan Prize Produksi Rhine-Westphalia (1990)

Ø  SashaWaltz
Sasha Waltz mempelajari Tari dan Koreografidi Amsterdam dan NewYork. Pada tahun 1993, ia mendirikan perusahaan Sasha Waltz & tamu dengan Jochen Sandigdi Berlin, dan Sophiensæle pada tahun 1996. Dari tahun 2000 hingga 2005, baik milik arah artistik dari Schaubuhneam Lehniner Platz. Sejak tahun 2006 perusahaan telah berlatih dan memproduksi di Radialsystem V, Ruang untuk Seni & Ideas dan bekerja dijaringan internasional terus berkembang dari mitra produksi dan tur.
Repertoar aktif saat ini terdiri dari 18 buah dari karya awal seperti "Travelogue -Dua puluh sampai delapan" (1993) ke konser koreografi terbaru "gefaltet" (2012) serta empat opera produksi. Pengembangan bentuk-bentuk inovatif dari kinerja dan penciptaan music theatre koreografi telah menjadi fokus yang kuat dari karya Sasha Waltz & tamu. Sasha Waltztelah diberikan banyak penghargaan untuk karyanya, di antaranya medali budaya Perancis "Officier del 'Ordre des Artsetdes Lettres" dan yang terbaru adalah Bundesver di enstkreuzam Bande Republik Federal Jerman.

2.  TOKOH – TOKOH PENARI DAN KOREOGRAFER TARI MODERN (DALAM NEGERI)
Ø  Edy Mefri
Dalam perkembangan tari kontemporer Indonesia, Sumatera Barat cukup banyak menyumbangkan koreografer-koreografer ternama seperti Huriah Adam, Gusmiati Suid hingga Boi G. Sakti dan Hartati. Koreografer lainnya yang bisa diperhitungkan dari daerah tersebut adalah Ery Mefri. Dilahirkan di Saningbakar, Solok, Sumatera Barat pada 23 Juni 1958, Ery tumbuh dari keluarga seniman. Ayahnya, almarhum Jamin Manti Jo Sutan, adalah seorang penari tradisi.

Pada 1983 Ery membentuk kelompok tari Nan Jombang yang diambil dari nama koreografi pertamanya. Tak hanya dijadikan nama kelompok, karya tersebut juga menjadi cikal bakal pijakan karya-karya seterusnya yaitu koreografi yang tetap berpijak pada tradisi sebagai spiritnya. Alhasil, karya-karya Nan Jombang selalu tampak eksotis.Pasalnya, materi gerak dan struktur dramaturginya masih berpijak pada jenis-jenis kesenian tradisi di Sumatera Barat.Tema-tema karyanya juga berangkat dari situasi masyarakat Minang. Kebanyakan yang ia sorot adalah sisi perubahan dan hilangnya sejumlah kebiasaan tradisi masyarakat Minang yang merekatkan kekerabatan di antara mereka karena tertelan arus modernisasi. Ciri khas ini terbilang konsisten diangkat Ery di hampir sebagian besar karya-karyanya.Inilah yang menjadikan Ery dinilai mewakili wajah Sumatera Barat dalam perkembangan tari kontemporer di Indonesia.

Ø  Hartati
Dibesarkan di keluarga yang sebagian besar bekerja sebagai guru, ketertarikan Hartati pada dunia tari muncul ketika ia masih di bangku SD. Waktu itu ia melihat pertunjukan tari Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Padang Panjang jurusan tari di kampungnya, Muara Labeuh di Sumatera Barat. Sejak itu, anak kedua dari tiga bersaudara ini memilih tari sebagai jalan hidupnya.Pendidikan tari sudah ditekuninya sejak bersekolah di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) jurusan tari di Sumatera Barat.Di sekolah inilah wanita kelahiran 1968 ini makin menekuni tari Minang yang sudah dikenalnya sejak kecil. Setelah empat tahun di SMKI, Hartati meneruskan kuliah di bidang tari di Institut Kesenian Jakarta tempat ia belajar koreografi.

Sebagai koreografer dari Minang, Hartati dikenal memiliki ciri gerakan tradisi Minang seperti pencak silat dan randai yang diasahnya sewaktu bergabung dengan kelompok tari Gumarang Sakti pimpinan almarhum Gusmiati Suid.Di kelompok inilah, Hartati belajar banyak tentang idiom gerak, dasar koreografi dan keterlibatan tradisi sebagai kekuatan tari kontemporer Indonesia. Pergulatannya di kelompok ini menumbuhkan misi dan tujuan hidupnya yaitu sebagai koreografer tari wanita seperti para pendahulunya, Hoeriah Adam, Sofiani dan Gusmiati Suid, nama-nama koreografer wanita dari Minang yang menjadi pelopor dasar tari kontemporer di Indonesia.
Ø  Fitri Setyaningsih
Lahir pada tahun 1978, Fitri Setyaningsih tinggal dan bekerja di Yogyakarta sebagai artis penari, koreografer dan kinerja. Dia lulus dari Institut Seni Indonesia (STSI) Surakarta pada tahun 2003.

Setyaningsih telah terlibat dalam berbagai pertunjukan tari, baik sebagai penari, koreografer, dan sebagai direktur. Karya-karyanya terutama berkisar pengamatan fenomena sosial. Dalam beberapa tahun terakhir banyak karyanya telah meneliti batas antara pertunjukan dan seni teater dalam konteks seni rupa.

Ø  JeckoSiompo
JeckoSiompo, lahirdi Papuapada tahun 1975, belajar diInstitut Kesenian Jakarta(IKJ). Diamulaibekerja padakoreografisendiripada usia dinidan menciptakansejumlah karyasementara masihbelajardi institut, termasukGoda, BudiINI,IrianZoom In, AsmatDani, Obahorok, ButoHuruf, Unanuk, Tikus-Tikus, DiKAMARKost, Di DepanPapua danTerimaKost.
Sebagaiseorang penaridan koreografer, Siompotelah berpartisipasi dalampertemuantariinternasional di Indonesia, Malaysia, Singapura, Jepang, Jerman, Denmark, Australia, Amerika Serikat, Perancis, dan Taiwan.

Pada tahun 2007ia diundangke Bangkokdi Thailand, danFestivalTariKontemporerAsiadiOsakadan KonferensiTariAsia2007di Tokyo, Jepang. Jeckojugaanggotadewan juripada programtelevisi Indonesiayang populerLets Dance
Read more...

TARI DAERAH

0 komentar
   Secara umum, pengertian tari adalah ekspresi jiwa manusia yang dituangkan melalui gerak kemudian dibentuk dengan proses distirilisasi sehingga menjadi sebuah gerak yang ritmis dan memiliki harmonisasi. Berdasarkan fungsinya, tari dibagi atas tari upacara, tari pertunjukan dan tari hiburan.

Tari upacara adalah tari yang berfungsi sebagai alat komunikasi antara manusia dengan yang mereka anggap sebagai Tuhan.
Tari pertunjukan adalah tari yang berfungsi sebagai media pertunjukan yang biasanya dilakukan di tempat tertentu seperti gedung pertunjukan ataupun pentas pertunjukan.
Tari hiburan adalah tari yang berfungsi sebagai media hiburan seperti yang biasa kita lihat di media-media elektronik ataupun di acara-acara pesta dan acara lainnya.
       Dewasa ini terdapat perubahan fungsi pada beberapa tarian, salah satunya adalah tarian yang berasal dari daerah Simalungun, Sumatera Utara. Tarian ini adalah Tor tor Somba Panisumba. Tor-tor Somba Panisumba adalah salah satu tari yang berfungsi sebagai tari Upacara yang digunakan masyarakat Simalungun pada zaman dimana mereka masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Tarian ini digunakan untuk memohon kepada "DEBATA" dalam upacara penyembuhan penyakit. Seiring dengan perkembangan zaman, tarian ini berubah menjadi tari pertunjukan. Masyarakat Simalungun telah mengenal sistem kepercyaan dan juga pengobatan modern, jadi untuk tetap menjaga kelestarian tarian ini yang merupakan warisan budaya, maka para seniman dan budayawan mengkemas tarian ini menjadi sebuah tari pertunjukan.
         Berdasarkan jenisnya, tari dibagi atas tari daerah (tradisisonal) dan tari kreasi.
Tari daerah/tradisional adalah tarian yang memiliki gerak tertentu yang diikat oleh tatanan budaya setempat baik secara etika dan estetika yang menggambarkan ciri khas dari masyarakat suatu daerah. Ciri khas itu bisa kita lihat misalnya, mulai dari aktivitas masyrakat, letak geografis suatu daerah bahkan watak dari masyarakat daerah tersebut serta adat istiadatnya bisa tergambarkan dalam suatu tarian. Negara Indonesia adalah negara yang kaya akan etnis, budaya dan juga adat istiadat. Setiap etnis mulai dari Sabang hingga Merauke memiliki tari daerah masing-masing.

1.TARIAN-TARIAN DAERAH ISTIMEWA ACEH.
Tari Seudati, berasal dari Arab dengan latar belakang agama Islam. Sebuah tarian dinamis penuh keseimbangan dengan suasana keagamaan. Tarian ini sangat disenangi dan terkenal di daerah Aceh.

Tari Saman Meuseukat, di lakukan dalam posisi duduk berbanjar dengan irama yang dinamis. Suatu tari dengan syair penuh ajaran kebajikan, terutama ajaran agama Islam


2.TARIAN-TARIAN DAERAH BALI
Tari legong, merupakan tarian yang berlatar belakang kisah cuinta Raja dari lasem. Diterikan secara dinamis dan memikat hati.

Tari Kecak, sebuah tari berdasarkan cerita dan Kitab Ramayana yang mengisahken tentang bala tentara monyet dari Hanuman dari Sugriwa.

Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura, tempat ibadat umat Hindu di Bali, Indonesia. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi “ucapan selamat datang”, meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius. Pencipta/koreografer bentuk modern tari ini adalah I Wayan Rindi.


3.TARIAN-TARIAN DAERAH BENGKULU
Tari Andun, dari Bengkulu Selatan ini merupakan sebuah tarian guna menyambut para tamu yang dihormati.

Tari Bidadari Teminang Anak, tarian ini dapat pula diartikan bidadari meminang anak. Tarian adat ini berasal dari Rejang Lebong.


4.TARI-TARIAN DAERAH DKI-JAKATA
Tari Topeng, merupakan sebuah tari tradisional Betawi dalam menyambut tamu agung.

Tari Yopong, adalah tari persembahan untuk menghormati tamu negara.
tari yopong


5.TARI-TARIAN DAERAH JAMBI
Tari Sekapur Sirih, merupakan tari persembahan. Tari adat jambi ini hanyak persamaannya dengan tari Melayu.

Tari Selampir Delapan, merupakan tari pergaulan muda-mudi dan sangat digemari di daerah Jambi.



Read more...

PENGERTIAN,MEDIA DAN MACAM MACAM MENGGAMBAR

0 komentar
A.       Pengertian Menggambar
Menggambar (Inggris : drawing) adalah kegiatan – kegiatan membentuk imajinasi dengan menggunakan banyak pilihan teknik dan alat, bisa pula membuat tanda – tanda tertentu di atas permukaan dengan mengolah goresan dari alat gambar. Pelakunya populer dengan sebutan penggambar atau juru gambar (inggris: draftsman) yang merupakan salah satu bagian pekerjaan dari perupa.
Menggambar sedikit dibedakan dengan kegiatan melukis. Melukis bisa disebut sebagai tahap penyelesaian sebuah gambar dengan pigmen yang diberi medium cair  dan diaplikasikan dengan kuas. Sementara menggambar lebih menitikberatkan penggunaan garis dan komposisi.
Menggambar mempunyai pengertian suatu usaha mengungkapkan  dan mengkomunikasikan pikiran, ide / gagasan, gejolak / perasaan maupun imajinasi dalam wujud dwimatra yang bernilai artistik dengan menggunakan garis dan warna. Dalam hal ini menggambar mengutamakan kegunaan sedangkan melukis mengutamakan ekspresi.
Seni menggambar merupakan karya seni rupa yang paling mudah dan cepat untuk dihasilkan dengan goresan – goresan yang berbekas pada suatu permukaan misalnya pensil untuk kertas atau benda – benda tajam untuk dinding gua pada masa lampau.

B.       Media Menggambar
Yang sering digunakan adalah pensil grafit, pena, krayon, pensil warna, kuas tinta, pensil konte, cat air, cat minyak, pastel, dan spidol. Bisa pula dengan peralatan digital seperti stylus, mouse, atau alat lain yang menghasilkan efek sama seperti peralatan manual. Media permukaan yang sering digunakan adalah kertas, meskipun tidak menutup kemungkinan pula digunakannya media lain seperti kain, permukaan kayu, dinding, dan lain-lain. Sebagai peralatan pendukung, digunakan pula penyerut pensil, kertas pasir, penghapus khusus, chamois, penggaris, larutan fixatif, dan selotip khusus menggambar untuk membuat efek-efek tertentu. Meja gambar digunakan untuk mengurangi distorsi dan kesalahan perspektif akibat ketidaknormalan posisi mata saat menggambar.
·         Pensil
 Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni. Penulisan dilakukan dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media. Namun grafit murni cenderung mudah patah, terlalu lembut, memberikan efek kotor saat media bergesekan dengan tangan, dan mengotori tangan saat dipegang. Karena itu kemudian diciptakan campuran grafit dengan tanah liat agar komposisinya lebih keras. Selanjutnya komposisi campuran ini dibalut dengan kertas atau kayu..
·         Pena
Pena adalah alat tulis yang menggunakan tinta. Ada berbagai warna tinta pen, yang paling umum adalah biru, hitam, dan merah. Ada berbagai macam pen, di antaranya pulpen, pena bulu, dan spidol. Pena berbeda dari pensil karena tintanya tidak dapat dihapus, meski bisa ditutupi menggunakan tip-ex.
·         Krayon
Krayon adalah peralatan gambar yang dibuat dari lilin berwarna, air, dan talk atau kapur. Krayon banyak digunakan oleh anak-anak untuk menggambar, dan seniman juga menggunakannya.
·         Cat air
Cat air atau populer juga dengan sebutan aquarel adalah medium lukisan yang menggunakan pigmen dengan pelarut air dengan sifat transparan. Meskipun medium permukaannya bisa bervariasi, biasanya yang digunakan adalah kertas. Selain itu bisa pula papyrus, plastik, kulit, kain, kayu, atau kanvas. Secara umum, cat air digunakan karena sifat transparansinya. Gouache adalah medium sejenis yang tidak transparan. Hasil karya lukisan cat air biasanya bersifat sangat ekspresif, atau sebaliknya sangat impresif, tergantung teknik yang digunakan.
·         Cat minyak
Cat Minyak adalah cat yang terdiri atas partikel-partikel pigmen yang disuspensi dengan media minyak.
·         Pastel
Pastel , atau yang dikenal dgn oil pastel, adalah serbuk yang direkatkan dengan arabic gum dan dibentuk menjadi batangan-batangan yang rapuh. Jika digosokkan ke kertas yang cukup kasar, ikatan tersebut akan lepas dan serbuk warna akan menempel ke kertas.        
Anda sebaiknya mengetahui ciri / karakteristik media (alat dan bahan) untuk menggambar dan melukis serta mencoba membuat gambar maupun lukisan dengan bahan dan alat sebagai berikut :
1.      Kertas
Bermacam-macam kertas dapat dipilih untuk menggambar seperti kertas licin, kertas kasar, kertas serap, kertas tebal, kertas tipis, dan sebagainya. Tidak setiap kertas cocok dengan setiap alat. Kadang-kadang dipilih kertas yang licin agar pena dapat meluncur dengan mudah, sedangkan pada kesempatan yang lain menghendaki sedikit hambatan, maka dipilih kertas yang kasar.
Ada tiga jenis kertas dasar antara lain:
a.       Kertas buram seperti kertas stensil atau kertas Koran untuk surat kabar, ukuran kuarto atau selebar Koran.
b.      Kertas putih dan tipis (HVS)
c.       Kertas gambar yang baik dengan tebal yang bermacam-macam, dalam lembaran, gulungan, atau bentuk buku
2.      Alas Gambar
Alas gambar dapat menggunakan tripleks, papan kayu, atau karton yang tebal.
3.      Bahan dan Alat Gambar
§  Pensil ada yang keras, sedang, dan ada yang lembut tidak banyak memberi kedalaman.
§  Konte merupakan alat yang lunak, cocok untuk menggambar terang dan gelap. Garisnya hitam seperti beledu, kesannya kusam dan kasar dari pada garis potlot meskipun dibuat tebal, tidak ada kilauan logam seperti pensil.
§  Pastel adalah sejenis kapur yang mempunyai daya perekat kuat disbanding kapur. Sifat pastel dapat menutup warna lain dan dapat pula untuk percampuran warna tertentu, penggunaanya seperti kapur.
§  Krayon bentuk dan warnanya menyerupai pastel, namun banyak mengandung lilin atau lemak. Sifat krayon mempunyai daya rekat tinggi, oleh sebab itu, sulit dihapus dan sulit dicampur dengan warna-warna lain.
§  Pena sebagai alat menggambar ada bermacam-macam bentuk ujungnya, dan tinta sebagai bahan/ media ungkapnya ada yang cair dan ada yang kental.
§  Bolpoin, spidol, pulpen, mempunyai bermacam-macam warna.

C.       Macam – macam Menggambar
1.    Menggambar Ekspresi
Menggambar ekspresi adalah usaha mengungkapkan dan mengkomunikasikan pikiran, ide/gagasan, gejolak perasaan/ emosi serta imajinasi dalam wujud dwimatra yang bernilai artistic dengan menggunakan garis dan warna. Unsure yang menonjol adalah garis. Seluruh kontur maupun isian warna berupa garis. Ungkapan tersebuit sangat pribadi, sehingga gambar yang dihasilkan menunjukkan kreativitas maupun ketrampilan sesuai dengan diri penggambar.
2.    Menggambar Bentuk
Menggambar bentuk merupakan usaha mengungkapkan dan mengkomunikasikan pikiran, ide/gagasan, gejolak perasaan/ emosi serta imajinasi dalam wujud dwimatra yang bernilai artistic dengan menggunakan garis dan warna. Hasil gambarannya menunjukkan kreativitas maupun ketrampilan penggambar dalam menampilkan ketepatanbentuk maupun jenis benda yang digambar.
3.    Menggambar ilustrasi
Ilustrasi berasal dari kata bahasa Belanda yaitu ilustratie, yang artinya hiasan dengan gambar/ pembuatan sesuatu yang jelas. Ilustrasi dapat dilihat pada karya cetak maupun dalam buku-buku, yang fungsinya menambah kejelasan pada buku bacaan atau menhiasi buku. Bermacam-macam gambar, seperti karikatur, gambar manusia, binatang, diagram, foto dan bagan yang terdapat dalam buku pelajaran biologi, sejarah, bahasa maupun dalam majalah atau buku ceritera termasuk ilustrasi.

Gambar ilustrasi dapat dikatakan sebagai alat bantu untuk memberikan kejelasan suatu isi naskah.  Berbagai ilustrasi antara lain:
a.    Ilustrasi pada buku pelajaran
·         Hubungan listrik secara seri yakni kutub positif dihubungkan dengan kutub negative.
·         Hubungan listrik secara paralel yakni kutub positif dihubungkan dengan kutub positif.
b.      Karikatur
Karikatur bermula dari kata “caricature” (italia) berate melebih-lebihkan atau menambah daya. Maksudnya karikatur adalah melebih-lebihkan atau mendistorsi karakter seseorang dengan lucu dan aneh. Karikatur masuk dalam kartun. Karikatur hanya berhasrat menapilkan suatu objek manusia, dengan cara melebih-lebihkan cirikhasnya. Karikatur tidak ingin bercerita seperti kartun.
c.       Gambar Kartun
Kata “cartoon” semula digunakan untuk menyebutkan “desain” atau “sketsa” yakni, corat-corat awal yang  banyak dibuat oleh para pelukis. Pada tahun 1841, di London dibangun istana Westminster ( tempat majelis parlemen). Saat itu Pangeran Albert mengadakan sayembara membuat desain kartun untuk merancang fresco di tembok gedung tersebut. Ternyata banyak desai kartun yang terkumpul bentuknya lucu dan aneh. Karenanya sangat geli, John Leech memuatnya dimajalah “PUNCH” dengan nada sindiri yang berjudul “Cartoons”.

Read more...

KONSEP PENCAHAYAAN

0 komentar
Pencahayaan

            Pencahayaan merupakan salah satu faktor untuk mendapatkan keadaan lingkungan yang aman dan nyaman dan berkaitan erat dengan produktivitas manusia. Pencahayaan yang baik memungkinkan orang dapat melihat objek – objek yang dikerjakannya secara jelas dan cepat. Menurut sumbernya, pencahayaan dapat dibagi menjadi :

1. Pencahayaan Alami

            Pencahayaan alami adalah sumber pencahayaan yang berasal dari sinar matahari. Sinar alami mempunyai banyak keuntungan, selain menghemat energi listrik juga dapat membunuh kuman. Untuk mendapatkan pencahayaan alami pada suatu ruang diperlukan jendela – jendela yang besar ataupun dinding kaca sekurang-kurangnya 1/6 daripada luas lantai. Sumber pencahayaan alami kadang dirasa kurang efektif dibanding dengan penggunaan pencahayaan buatan, selain karena intensitas cahaya yang tidak tetap, sumber alami menghasilkan panas terutama saat siang hari. Faktor – faktor yang perlu diperhatikan agar penggunaan sinar alami mendapat keuntungan, yaitu :

1. Variasi intensitas cahaya matahari
2. Distribusi dari terangnya cahaya.
3. Efek dari lokasi, pemantulan cahaya, jarak antar bangunan.
4. Letak geografis dan kegunaan bangunan gedung

2. Pencahayaan Buatan

            Pencahayaan buatan adalah pencahayaan yang dihasilkan oleh sumber cahaya selaincahaya alami. Pencahayaan buatan sangat diperlukan apabila posisi ruangan sulit dicapai oleh pencahayaan alami atau saat pencahayaan alami tidak mencukupi. Fungsi pokok pencahayaan buatan baik yang diterapkan secara tersendiri maupun yang dikombinasikan dengan pencahayaan alami adalah sebagai berikut:

1. Menciptakan lingkungan yang memungkinkan penghuni melihat secara detail serta terlaksananya tugas serta kegiatan visual secara mudah dan tepat.

2. Memungkinkan penghuni berjalan dan bergerak secara mudah dan aman.

3. Tidak menimbukan pertambahan suhu udara yang berlebihan pada tempat kerja.

4. Memberikan pencahayaan dengan intensitas yang tetap menyebar secara merata, tidak berkedip, tidak menyilaukan, dan tidak menimbulkan bayang – bayang.

5. Meningkatkan lingkungan visual yang nyaman dan meningkatkan prestasi.
 Sistem pencahayaan buatan yang sering dipergunakan secara umum dapatdibedakan atas 3 macam yakni :

1. Sistem Pencahayaan Merata

            Pada sistem ini iluminasi cahaya tersebar secara merata di seluruh ruangan. Sistem pencahayaan ini cocok untuk ruangan yang tidak dipergunakan untuk melakukan tugas visual khusus. Pada sistem ini sejumlah armatur ditempatkan secara teratur di seluruh langit – langit.

2. Sistem Pencahayaan Terarah

            Pada sistem ini seluruh ruangan memperoleh pencahayaan dari salah satu arah tertentu. Sistem ini cocok untuk pameran atau penonjolan suatu objek karena akan tampak lebih jelas. Lebih dari itu, pencahayaan terarah yang menyoroti satu objek tersebut berperan sebagai sumber cahaya sekunder untuk ruangan sekitar, yakni melalui mekanisme pemantulan cahaya. Sistem ini dapat juga digabungkan dengan sistem pencahayaan merata karena bermanfaat mengurangi efek menjemukan yang mungkin ditimbulkan oleh pencahayaan merata.

3. Sistem Pencahayaan Setempat

            Pada sistem ini cahaya dikonsentrasikan pada suatu objek tertentu misalnya tempat kerja yang memerlukan tugas visual. Untuk mendapatkan pencahayaan yang sesuai dalam suatu ruang, maka diperlukan sistem pencahayaan yang tepat sesuai dengan kebutuhannya. Sistem pencahayaan diruangan, termasuk di tempat kerja dapat dibedakan menjadi 5 macam yaitu :

1. Sistem Pencahayaan Langsung (Direct Lighting)

            Pada sistem ini 90 – 100% cahaya diarahkan secara langsung ke benda yang perlu diterangi. Sistem ini dinilai paling efektif dalam mengatur pencahayaan, tetapi ada kelemahannya karena dapat menimbulkan bahaya serta kesilauan yang mengganggu, baik karena penyinaran langsung maupun karena pantulan cahaya. Untuk efek yang optimal, disarankan langi – langit, dinding serta benda yang ada didalam ruangan perlu diberi warna cerah agar tampak menyegarkan.

2. Pencahayaan Semi Langsung (Semi Direct Lighting)

            Pada sistem ini 60 – 90% cahaya diarahkan langsung pada benda yang perlu diterangi, sedangkan sisanya dipantulkan ke langit – langit dan dinding. Dengan sistem ini kelemahan sistem pencahayaan langsung dapat dikurangi. Diketahui bahwa langit – langit dan dinding yang diplester putih memiliki effiesien pemantulan 90%, sedangkan apabila dicat putih effisien pemantulan antara 5 – 90%.

3. Sistem Pencahayaan Diffus (General Diffus Lighting)

            Pada sistem ini setengah cahaya 40 – 60% diarahkan pada benda yang perlu disinari, sedangka sisanya dipantulkan ke langit – langit dan dinding. Dalam pencahayaan sistem ini termasuk sistem direct -indirect yakni memancarkan setengah cahaya ke bawah dan sisanya keatas. Pada sistem ini masalah bayangan dan kesilauan masih ditemui.

4. Sistem Pencahayaan Semi Tidak Langsung (Semi Indirect Lighting).

            Pada sistem ini 60 – 90% cahaya diarahkan ke langit – langit dan dinding bagian atas, sedangkan sisanya diarahkan ke bagian bawah. Untuk hasil yang optimal disarankan langit – langit perlu diberikan perhatian serta dirawat dengan baik. Pada sistem ini masalah bayangan praktis tidak ada serta kesilauan dapat dikurangi.

5. Sistem Pencahayaan Tidak Langsung (Indirect Lighting)

            Pada sistem ini 90 – 100% cahaya diarahkan ke langit – langit dan dinding bagian atas kemudian dipantulkan untuk menerangi seluruh ruangan. Agar seluruh langit – langit dapat menjadi sumber cahaya, perlu diberikan perhatian dan pemeliharaan yang baik.Keuntungan sistem ini adalah tidak menimbulkan bayangan dan kesilauan sedangkan kerugiannya mengurangi effisien cahaya total yang jatuh pada permukaan kerja. Penggunaan tiga cahaya utama adalah hal umum yang berlaku di dunia film dan photography. Pada presentasi arsitektural penggunaannya akan sedikit berbeda, walaupun masih dalam kerangka pemikiran yang sama. Agar pembaca lebih mudah memahami topik ini, saya menyertakan ilustrasi – ilustrasi gambar di bawah ini. Harap diingat bahwa topik ini tidak terkait dengan penggunaan software apapun, baik 3D Studio MAX, Lightwave, Maya, Softimage, ataupun software lainnya.

THREE POINTS LIGHTING :

            Ini sudah menjadi rumusan atau formula dasar sebuah pencahayaan dalam produksi video,film, dan foto. Tiga point penting itu terdiri atas :

1. Key Light : Key Light adalah pencahayaan utama yang di arahkan pada objek, Dan Merupakan sumber pencahayaan paling dominan atau pokok dalam frame tangkapan kamera. Biasanya, lebih terang dibandingkan dengan Fill Light. Dalam desain tiga point penahayaan, key light ditempatkan pada sudut 45 Derajat di atas objek.

2. Fill Light : Fill Light merupakan pencahayaan tambahan, yang biasanya digunakan untuk menghilangkan bayangan objek yang disebabkan oleh Key Light. Fill Light ditempatkan bersebrangan dengan objek yang mempunyai jarak yang sama dengan Key Light. Intensitas pencahayaan Fill Light biasanya setengah dari Key Light. Fill Light juga berguna untuk mengisi bagian yang gelap, Asalkan perbandingan gelap terang disesuaikan dengan adegan yang diinginkan.

3. Back Light : Adalah pencahayaan dari arah belakang objek, yang berfungsi memberikan dimensi agar objek tidak ”Menyatu” dengan latar belakang. Pencahayaan ini diletakkan 45 Derajat di belakang objek. Intensitas pencahayaan Back Light sangat tergantung pada pencahayaan Key Light dan Fill Light, dan tentu saja tergantung pada objeknya. Misalnya, Back Light bagi orang berambut pirang akan sedikit berbeda dengan warna rambut hitam.

4. Available Light : Adalah cahaya pendukung suasana, yang salah satu fungsinya ialah mempertegas suasana. Misalnya, menciptakan suasana malam hari atau mistis dengan lampu kebiruan. Atau, mendukung artificial shot suasana ruang disebuah tempat pada siang hari dengan cara memunculkan cahaya jatuh dari sela – sela jendela atau genting. Dalam tata cahaya, kadang diperlukan efek khusus. Efek cahaya lainnya yang sering kali digunakan adalah Eye Light, yakni sebuah lampu kecil dengan cahaya kuat yang ditempatkan didekat kamera. Karena cahanya lemah, lampu ini menimbulkan Fill Light dimata aktor. Selain itu, refleksinya akan membuat matanya berbinar. Adapun Background Light atau Set Light akan memberi cahaya pada tembok atau furniture.

           Pada dasar – dasar pencahayaan, selain tiga pencahayaan utama terdapat dua pencahayaan lain yang mendukung sebuah karya menjadi terlihat nyata yang disebut cahaya tambahan. Cahaya tambahan terdapat dua macam yaitu :

1. Cahaya Aksentuasi (Kickers light)

       Kickers berfungsi untuk memberikan penekanan (aksentuasi) pada objek -objek tertentu. Lampu spot adalah yang terbaik digunakan karena mempunyai kemiripan dengan sifat lampu spot halogen yang biasa dipergunakan sebagai elemen interior. Intensitas cahaya aksentuasi tidak boleh melebihi key light karena akan menciptakan “over exposure” sehingga hasil karya jadi terlihat seperti photo yang kelebihan cahaya.

2. Cahaya Pantul (Bounce light)

          Setiap benda yang terkena cahaya pasti akan memantulkan kembali sebagian cahayanya. Misalnya cahaya matahari masuk melalui jendela dan menimbulkan “pendar” pada bagian tembok dan jendela. Warna pendaran cahaya tersebut juga harus disesuaikan dengan warna material yang memantulkan cahaya. Semakin tingga kadar reflektifitas suatu benda, seperti kaca misalnya, semakin besarlah “pendar” cahaya yang ditimbulkannya. Pada program – program 3D tertentu seperti Lightwave dan program rendering seperti BMRT dari Renderman, atau Arnold renderer. Efek Bounce Light bisa ditimbulkan tanpa menggunakan bounce light tambahan. Program secara otomatis menghitung pantulan masing – masing benda berdasarkan berkas – berkas photon yang datang dari arah cahaya. Namun karena photon adalah sistem partikel, maka perhitungan algoritma pada saat rendering akan semakin besar. Artinya waktu yang diperlukan untuk rendering akan semakin besar. Ada kalanya proses ini memakan waktu 10 kali lebih lama dibandingkan dengan menciptakan bounce light secara manual satu persatu.

            Proses simulasi photon yang lebih dikenal sebagai radiosity tersebut sangat handal untuk menciptakan gambar still image, tetapi tidak dianjurkan untuk membuat sebuah animasi. Penggunaannya akan sangat tergantung kepada kondisi yang pembaca alami dalam proses pembuatan ilustrasi. Bounce light merupakan elemen yang sangat penting dalam menciptakan kesan nyata pada gambar kita. Tanpa bounce light maka ilustrasi arsitektur akan berkesan seperti gambar komputer biasa yang kaku dan tidak berkesan hidup. Pemantulan cahaya dibagi atas dua bagian yaitu :

1. Specular Reflection

            Pantulan sinar cahaya pada permukaan yang mengkilap dan rata seperti cermin yang memantulkan sinar cahaya kearah yang dengan mudah dapat diduga.

2. Diffuse Reflection

            Pantulan sinar cahaya pada permukaan tidak mengkilap seperti pada kertas atau batu. Pantulan ini mempunyai distribusi sinar pantul yang tergantung pada struktur mikroskopik permukaan.

Pencahayaan Dalam Ruangan

            Pencahayaan di dalam ruangan / indoor misalnya pencahayaan yang sudah ada (lampu neon atau lampu pijar). Pencahayaan ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan shooting, walaupun bisa jadi banyak kelemahan, diantaranya intensitas cahaya yang dihasilkan terlalu rendah untuk kepentingan shooting. Dengan teknologi video digital hal ini masih bisa diakali dengan menaikan iris, walau demikian pasti ada batas toleransinya. Ketika kita menaikan f – stop di kamera, mungkin gambar yang dihasilkan akan tampak grainy / bintik – bintik. Usahakan, obyek mendapat pencahayaan yang cukup, walaupun tidak selalu solusi yang baik, coba memindahkan obyek / subyek yang akan anda shoot pada area cukup cahaya dimana cahaya lampu itu jatuh.

            Jika anda akan shooting di dalam ruang kamar, anda bisa memanfaatkan cahaya matahari dari luar ruangan. Namun sekali lagi, anda harus mengatur posisi subyek agar mendapatkan intensitas pencahayaan yang diinginkan.

Luar Ruangan

            Ketika kita akan shooting di luar ruangan / exterior pada siang hari yang harus diperhatikan adalah arah matahari. Tidak terlalu disarankan untuk shooting dari jam 11 hingga jam 1 siang, karena cahaya matahari sedang terik – teriknya dan mungkin berada persis di atas obyek, yang artinya akan menimbulkan bayangan. Untuk menurunkan intensitas cahaya yang terlalu kuat, anda bisa memanfaatkan filter Neutral Density / ND yang ada pada kamera. Dengan menggunakan filter ini, cahaya yang berlebihan akan direduce / dikurangi sehingga menjadi normal. Saran saya, ketika harus shooting di siang hari dan hanya menggunakan available light, antara jam 2 hingga jam 4 sore. Untuk mengatur arah pencahayaan gunakanlah reflektor.

Menggunakan Reflektor

          Reflektor merupakan sebuah alat untuk merefleksikan atau memantulkan cahaya pada subyek. Reflektor untuk keperluan shooting (juga pemotretan) sudah banyak didesain oleh pabrik, tapi beberapa kawan dengan kreatif membuat reflektor sendiri.

Obyek Bergerak
            Jika menggunakan pencahayaan dengan lighting yang normal / artificial light dimana sumber cahaya bisa digeser untuk menyesuaikan cahaya yang harus didapatkan oleh obyek /subyek /area shooting kita. Beda halnya jika kita memanfaatkan available light. Saran saya, gunakanlah iris secara manual karena dengan demikian kita bisa menyesuaikan sumber cahaya yang masuk dengan mengontrol irisnya.

Cahaya dan Pencahayaan
            Shooting adalah melukis dengan cahaya. Unsur cahaya berarti sangat penting dalam pembuatan film maupun acara televisi. Cahaya tidak selalu berurusan dengan lampu. Ada sumber cahaya lain selain dari sumber lampu. Secara sederhana ada dua jenis sumber pecahayaan, yakni pencahayaan alami (natural) dan pencahayaan buatan (artificial).

            Cahaya merupakan gelombang elektromagnestis yang diterima oleh indera penglihat (mata) yang kemudian diteruskan ke otak yang akan merespon, menanggapi ransangan cahaya terebut. Sederhanya, tanpa cahaya maka benda tidak akan kelihatan. Atas dasar itulah, produksi film dan video memerlukan cahaya agar subyek bisa terlihat.

Pencahayaan televisi dan film memiliki fungís – fungsi berikut:
1. Menyinari obyek / subyek.
2. Menciptakan gambar yang artistik.
3. Menghilangkan bayangan yang tidak perlu.
4. Membuat efek khusus.

            Menyinari objek artinya memberikan pencahayaan agar objek atau subjek bisa terlihat jelas sesuai konsep film itu sendiri. Tidak semua bayangan itu diperlukan dan tidak semua bayangan tidak diperlukan. Dengan pencahayaan tertentu bayangan bisa dihilangkan, dikurangi, atau bahkan ditambah. Perlu tidaknya bayangan atau shadow, lagi – lagi sangat tergantung dari konsep film itu sendiri.

Arah Cahaya

Arah cahaya dari pencahayaan akan bergantung pada ketinggian dan sudut dari sumber cahaya tadi. Dari atas, bawah, atau rata dengan obyek? Dengan demikian kita akan tahu bayangan yang dihasilkan cahaya tadi jatuh dimana. Peletakan sumber cahaya di atas subyek akan menghasilkan efek yang berbeda jika dibandingkan dengan peletakkan sumber cahaya dari arah bawah subyek. Arah pencahyaan ini biasanya disebut sebagai down angle dan up angle. Dengan down angle akan menghasilkan bayangan yang jatuh kearah tubuh (kalau subyeknya orang). Sebagai contoh, konsep down angle bisa dilakukan pada scene interograsi, akan kelihatan dramatis. Sedangkan up angle akan menghasilkan pencahayaan yang kurang lazim, namun dengan penempatan pencahayaan seperti ini subyek akan kelihatan powefull dan gagah.

Kualitas Cahaya

            Kualitas pencahayaan berkaitan dengan keras atau lembutnya pencahayaan itu sendiri. Secara garis besar ada dua kualitas pencahayaan, yaitu hard light dan soft light. Hard light mempunyai karakteristik pencahyaan yang kuat dimana shadow atau bayangan lebih terlihat jelas. Softlight memiliki karakter sebaliknya, antara pencahayaan dengan bayangan hanya memiliki perbedaan yang tipis.

Rasio Pencahayaan

Lighting Ratio merupakan perbandingan antara brightness dan lightness. Misalnya perbandingan 2:1, dimana pencahayaan area terang dua kali lipat dibanding area gelap. Teknologi video memungkinkan sampai pada rasio 4:1, area terang memiliki intensitas 4 kali lebih terang dibandingkan area gelap. Jika lebih dari itu, maka unsur detail bayangan atau shadow akan hilang.

Kontrol Cahaya

Ini merupakan metode untuk menambah atau mengurangi pencahayaan dari sumber cahaya. Penambahan atau pengurangan ini untuk menghasilkan efek tertentu. Misalnya efek cahaya matahari yang memancar masuk pada jendela kamar tidur, digunakan translucent yang ditempelkan dekat sumber cahaya.

Mengukur Intensitas

            Intensitas cahaya yang yang dihasilkan dari key light, fill light,serta backlight bisa diukur oleh sebuah alat yakni Lightmeter. Ada dua jenis alat ini yaitu Incident and Reflectant. Incident diperuntukkan untuk mengukur intensitas cahaya yang “jatuh” pada subjek. Sedangkan Reflectant dipergunakan untuk mengukur intensitas cahaya yang dipantulkan oleh subyek.

Jenis – jenis Lampu :

Banyak sekali jenis lampu yang digunakan dalam proses pengambilan gambar atau  shooting. Jenis lampu itu terdiri atas :
Blonde : 1000-2000 Watt, biasanya digunakan sebagai pencahayaan flood untuk area yang luas.
Readhead : 650 – 1000 Watt, digunakan sebagai key flood untuk area yang luas.
Pepper Light : 100 – 1000 Watt, lampu dengan intensitas rendah digunakan khusus untuk key light atau fill light.
HMI : ini merupakan jenis lampu kualitas tinggi.
Hallogen : 100 – 500 Watt, digunakan sebagai key flood untuk area luas, jenis lampu ini biasanya digunakan untuk produksi dengan budgeting rendah.
Fresnell : Jenis lampu yang memiliki lensa khusus yang memancarkan cahaya.
Kinoflo : 400 Watt, digunakan sebagai key light untuk area yang luas.
Temperatur Warna

            Temperatur Warna merupakan kesan yang ditimbulkan oleh cahaya terhadap sebuah obyek ketika cahaya itu mengenai obyek. Ukuran temperatur warna dinyatakan dalam satuan derajat Kelvin (K). Semakin besar ukuran derajat Kelvin, maka warna obyek semakin putih, kebalikannya maka obyek akan terlihat semakin menguning.

Jenis – jenis Lighting (Pencahayaan) :

            Pada umumnya, ada dua jenis tata cahaya yang sering kali dipakai oleh kameramen. Kedua jenis tata cahaya utama yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1. High Key : Adalah sebuah scene yang penampilannya lebih condong ke cerah. Efek dari tata cahaya High Key relatif hanya sedikit ada bayangan, tetapi penting juga ada sedikit bagian yang gelap sebagai indikasi bahwa High Key bukanlah Over Exposed.

2. Low Key : Adalah kebalikan dari High Key, yaitu hanya bagian – bagian pokok yang mendapatkan cahaya cukup, sedangkan bagian – bagian lainnya ada dalam bayangan gelap. Dalam hal ini, sering terjadi salah pengertian bahwa untuk mendapatkan efek low key, kita harus membuat Under Exposed. Sebenarnya, yang harus kita perhatikan adalah perbandingan ratio antara gelap dan terang.
Read more...

TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR

0 komentar
Teknik Pengambilan Gambar



Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perangkat kamera. Sebelum melakukan shooting ada baiknya jika seorang juru kamera persiapan-persiapan sebagai berikut:

·Penguasaan terhadap perangkat kamera yang akan digunakan. Sebaiknya mengikuti aturan penggunaan yang tertulis pada manual book. Pahami kelebihan dan kekurangannya.
Setelah paham dengan seluk beluk kamera, pahami juga adegan apa dan teknik yang bagaimana yang diinginkan.
Membuat breakdown peralatan yang akan digunakan seperti baterai, mikrofon, kabel extension, dll.
Pastikan baterai dalam kondisi prima dan penuh, dan semua fasilitas di kamera berjalan dengan baik.
Dalam kegiatan produksi video/ film, terdapat banyak jenis kamera yang digunakan. Pembagian jenis kamera video/ film dibedakan atas media yang digunakan untuk menyimpan data (gambar & suara) yang telah diambil.

Seperti halnya pada fotografi, gambar yang telah diambil disimpan pada gulungan film. Namun pada kamera jenis ini, disamping gulungan film juga terdapat pita magnetik untuk menyimpan data suara. Dalam 1 detik pengambilan gambar, dibutuhkan sekitar 30 frame film. Adapun jenis film yang digunakan adalah film positif (slide), dimana untuk melihat isinya harus dicuci terlebih dulu di laboratorium film dan diproyeksikan dengan menggunakan proyektor khusus.

Kamera jenis ini menyimpan data gambar dan suara pada pita magnetik. Secara umum terdapat 2 jenis kamera :

Analog (AV)
Data yang disimpan sebagai pancaran berbagai kuat sinyal (gelombang) pada pita kamera perekam. Macam kamera jenis ini antara lain VHS, S – VHS, 8mm, dan Hi – 8.

Digital (DV)
Kamera perekam video digital menyimpan data dalam format kode biner bit per bit yang terdiri atas rangkaian 1 (on) dan 0 (off). Jenis kamera ini antara lain mini DV, dan Digital 8.






Secara umum bagian-bagian kamera video terdiri atas :

1. Baterai untuk catu daya

2. Tempat kaset

3. Tombol Zoom

4. Tombol Recorder

5. Port Output video / audio (bisa berupa analog ataupun digital)

6. Cincin Fokus

7. Jendela preview (View Fender)

8. Mikrofon

9. Tombol kontrol cahaya

10. Tombol Player (untuk memainkan kembali video).

11. Terminal DC Input.

Selain itu juga banyak terdapat fasilitas–fasilitas tambahan yang berbeda antara kamera satu dengan kamera lainnya. Fasilitas itu antara lain lampu infra merah untuk pengambilan gambar pada tempat yang gelap, edit teks langsung dari kamera, efek-efek video lain, slow motion dan masih banyak lagi.

Pengambilan gambar terhadap suatu objek dapat dilakukan dengan lima cara:

· Bird Eye View

Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian kamera berada di atas ketinggian objek. Hasilnya akan terlihat lingkungan yang luas dan benda-benda lain tampak kecil dan berserakan.

· High Angle

Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat kecil. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai “kerdil”.

· Low Angle

Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai agung/ prominance, berwibawa, kuat, dominan.

· Eye Level

Sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar.

· Frog Eye

Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah. Hasilnya akan tampak seolah-olah mata penonton mewakili mata katak.

Ukuran gambar biasanya dikaitkan dengan tujuan pengambilan gambar, tingkat emosi, situasi dan kodisi objek. Terdapat bermacam-macam istilah antara lain:

· Extreme Close Up (ECU/XCU) : pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau ujung tumit dari sepatu.

· Big Close Up (BCU) : pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu.

· Close Up (CU) : gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat seperti hanya mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru

· Medium Close Up : (MCU) hampir sama dengan MS, jika objeknya orang dan diambil dari dada keatas.

· Medium Shot (MS) : pengambilan dari jarak sedang, jika objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh badannya saja (dari perut/pinggang keatas).

· Knee Shot (KS) : pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.

· Full Shot (FS) : pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.

· Long Shot (LS) : pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga latar belakang objek.

· Medium Long Shot (MLS) : gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut.

· Extreme Long Shot (XLS): gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya.

· One Shot (1S) : Pengambilan gambar satu objek.

· Two Shot (2S) : pengambilan gambar dua orang.

· Three Shot (3S) : pengambilan gambar tiga orang.

· Group Shot (GS): pengambilan gambar sekelompok orang.

Gerakan kamera akan menghasilkan gambar yang berbeda. Oleh karenanya maka dibedakan dengan istilah-istilah sebagai berikut:

· Zoom In/ Zoom Out : kamera bergerak menjauh dan mendekati objek dengan menggunakan tombol zooming yang ada di kamera.

· Panning : gerakan kamera menoleh ke kiri dan ke kanan dari atas tripod.

· Tilting : gerakan kamera ke atas dan ke bawah. Tilt Up jika kamera mendongak dan tilt down jika kamera mengangguk.

· Dolly : kedudukan kamera di tripod dan di atas landasan rodanya. Dolly In jika bergerak maju dan Dolly Out jika bergerak menjauh.

· Follow : gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak.

· Crane shot : gerakan kamera yang dipasang di atas roda crane.

· Fading : pergantian gambar secara perlahan. Fade in jika gambar muncul dan fade out jika gambar menghilang serta cross fade jika gambar 1 dan 2 saling menggantikan secara bersamaan.

· Framing : objek berada dalam framing Shot. Frame In jika memasuki bingkai dan frame out jika keluar bingkai.

Teknik pengambilan gambar tanpa menggerakkan kamera, jadi cukup objek yang bergerak.

· Objek bergerak sejajar dengan kamera.

· Walk In : Objek bergerak mendekati kamera.

· Walk Away : Objek bergerak menjauhi kamera.

Teknik ini dikatakan lain karena tidak hanya mengandalkan sudut pengambilan, ukuran gambar, gerakan kamera dan objek tetapi juga unsur- unsur lain seperti cahaya, properti dan lingkungan. Rata-rata pengambilan gambar dengan menggunakan teknik-teknik ini menghasilkan kesan lebih dramatik.

· Backlight Shot: teknik pengambilan gambar terhadap objek dengan pencahayaan dari belakang.

· Reflection Shot: teknik pengambilan yang tidak diarahkan langsung ke objeknya tetapi dari cermin/air yang dapat memantulkan bayangan objek.

· Door Frame Shot: gambar diambil dari luar pintu sedangkan adegan ada di dalam ruangan.

· Artificial Framing Shot: benda misalnya daun atau ranting diletakkan di depan kamera sehingga seolah-olah objek diambil dari balik ranting tersebut.

· Jaws Shot: kamera menyorot objek yang seolah-olah kaget melihat kamera.

· Framing with Background: objek tetap fokus di depan namun latar belakang dimunculkan sehingga ada kesan indah.

· The Secret of Foreground Framing Shot: pengambilan objek yang berada di depan sampai latar belakang sehingga menjadi perpaduan adegan.

· Tripod Transition: posisi kamera berada diatas tripod dan beralih dari objek satu ke objek lain secara cepat.

· Artificial Hairlight: rambut objek diberi efek cahaya buatan sehingga bersinar dan lebih dramatik.

· Fast Road Effect: teknik yang diambil dari dalam mobil yang sedang melaju kencang.

· Walking Shot: teknik ini mengambil gambar pada objek yang sedang berjalan. Biasanya digunakan untuk menunjukkan orang yang sedang berjalan terburu-buru atau dikejar sesuatu.

· Over Shoulder : pengambilan gambar dari belakang objek, biasanya objek tersebut hanya terlihat kepala atau bahunya saja. Pengambilan ini untuk memperlihatkan bahwa objek sedang melihat sesuatu atau bisa juga objek sedang bercakap-cakap.

· Profil Shot : jika dua orang sedang berdialog, tetapi pengambilan gambarnya dari samping, kamera satu memperlihatkan orang pertama dan kamera dua memperlihatkan orang kedua.
Read more...

PENGERTIAN FOTOGRAFI

0 komentar
Pengertian Fotografi

Pengertian Fotografi, Fotografi (Photography, Ingrris) berasal dari 2 kata yaitu Photo yang berarti cahaya dan Graph yang berarti tulisan / lukisan. Dalam seni rupa, fotografi adalah proses melukis / menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera.

Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO / ASA (ISO Speed), Diafragma (Aperture), dan Kecepatan Rana (Speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed selanjutnya disebut sebagai eksposure (exsposure).

Sejarah Fotografi

Pada tahun 1822, Joseph Nicéphore Niépce membuat foto Heliografi yang pertama dengan subyekmya adalah Paus Pius VII, pada saat itu fotografi sangat sederhana hasilnya karena menggunakan proses heliografik. Salah satu foto yang bertahan hingga sekarang dibuat pada tahun 1825.

Kemudian pada tahun 1835, William Henry Fox Talbot menemukan proses fotografi yang baru dan lebih canggih. Dan pada tahun 1907 seorang yang bernama Autochrome Lumière menemukan fotografi berwarna untuk pertama kalinya. Hingga sampai saat ini mesin foto mengalami perkembangan hingga adanya foto digital seperti sekarang.

Jenis-jenis Fotografi

Sebelum menjelaskan jenis fotografi kami ulas macam-macam foto secara umum. Berikut adalah Jenis-jenis foto yang dikelompokan secara garis besar, yang membantu mempermudah kita dalam memahami sebuah karya fotografi.

Foto Manusia

a. Portrait

Portrait adalah foto yang menampilkan ekspresi dan karakter manusia dalam kesehariannya.

b. Human Interest

Human Interest dalam karya fotografi adalah menggambarkan kehidupan manusia atau interaksi manusia dalam kehidupan sehari-hari.

c. Stage Photography

Stage Photography adalah semua foto yang menampilkan aktivitas/gaya hidup manusia yang merupakan bagian dari budaya dan dunia entertainment.

d. Sport

Foto olahraga adalah jenis foto yang menangkap aksi menarik dan spektakuler dalam event dan pertandingan olah raga.

Foto nature

Jenis foto nature obyek utamanya adalah benda dan makhluk hidup alami (natural) seperti hewan, tumbuhan, gunung, hutan.

a. Foto Flora

Jenis foto dengan obyek utama tanaman dan tumbuhan dikenal dengan jenis foto flora.

b. Foto Fauna

Foto fauna adalah jenis foto dengan berbagai jenis binatang sebagai obyek utama.

c. Foto Lanskap

Foto lanskap adalah jenis foto yang begitu popular seperti halnya foto manusia.

Foto Arsitektur

Dalam jenis foto ini menampilkan keindahan suatu bangunan baik dari segi sejarah, budaya, desain dan konstruksinya.

Foto Still Life

Foto still life adalah menciptakan sebuah gambar dari benda atau obyek mati. Membuat gambar dari benda mati menjadi hal yang menarik dan tampak “hidup”, komunikatif, ekspresif dan mengandung pesan yang akan disampaikan merupakan bagian yang paling penting dalam penciptaan karya foto ini.

Foto Jurnalistik

Foto jurnalistik adalah foto yang digunakan untuk kepentingan pers atau kepentingan informasi.

Jenis Fotografi lainnya adalah berikut ini yang hampir sama macamnya seperti penjelasan di atas.

Landscape Photography
Macro Photography
Street Photography
Portrait Photography
Fashion Photography
Read more...